Tradisi Dan Budaya Pontianak Yang Harus Di Ketahui
Gaya Hidup

Tradisi Dan Budaya Pontianak Yang Harus Di Ketahui

Tradisi Dan Budaya Pontianak Yang Harus Di Ketahui – Tepat hari 23 oktober seluruh warga pontianak bersukacita merayakan HUT ke 249 kota pontianak. Sebagai warga kota ini ada beberapa hal yang akan membuat kamu bangga terlahir sebagai orang pontianak. Beragam tradisi dan kebudayaan di kota ini terdaftar sebagai warisan budaya tak benda oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Saprahan Melayu Pontianak

Tradisi makan bersama atau yang di kenal saprahan di akui kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud RI) sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2017. Saprahan, yang merupakan adat istiadat melayu. Saprah sendiri artinya berhampar, yaitu budaya makan bersama dengan cara duduk lesehan atau bersila di lantai secara berkelompok, dalam satu barisan. Biasanya satu kelompok terdiri dari enam orang yang duduk saling berhadapan sebagai suatu kebersamaan. Adat saprahan merupakan adat makan bersama duduk di lantai yang di lakukan oleh masyarakat melayu kota pontianak dalam acara pernikahan, khitanan, dan acara syukuran lainnya. Dalam acara saprahan, semua hidangan makanan di susun secara teratur di atas kain saprah. Dengan tujuan agar proses makan bersama dapat di laksanakan secara tertib dan tali silaturahmi dapat terjalin dengan baik.

Tenun Corak Insang

Tenun corak insang adalah tenunan tradisional masyarakat melayu kota pontianak yang di kenal pada masa kesultanan kadriah pada saat pemerintahan sultan syarif abdurrahman AI Qadrie tahun 1771 hingga sekarang. Corak insang mulanya di gunakan oleh para kaum bangsawan di istana kadriah. Namun, seiring berjalannya waktu, tenun corak insang mulai di gunakan oleh masyarakat luas pontianak baik dalam pernikahan ataupun event lainnya. Kain corak insang adalah cerminan dari kehidupan masyarakat pontianak yang dominan berhubungan dengan sungai kapuas. Filosofi yang terkandung dalam tenun corak langsung adalah simbol dari nafas, hidup dan bergerak. Ini merupakan ungkapan rasa cinta kepada alam dan lingkungan serta semangat keseharian yang bersifat dinamis.

Baca Juga: Tradisi Dan Budaya Myanmar Yang Harus Di Ketahui

Arakan Pengantin

Arak-arakan pengantin atau pihak mempelai laki-laki yang berjalan kaki menuju rumah mempelai perempuan di akui kementerian pendidikan dan kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2017. Ini merupakan salah satu hal yang wajib ketika hendak meminang perempuan. Dalam arak-arakan tersebut, di iringi musik tanjidor atau tar di sertai selawat nabi dan doa yang di dampingin oleh kedua orang tua. Sanak keluarga dan handai taulan dengan membawa barang-barang sebagai hantaran atau ikatan tali kasih. Untuk di berikan kepada pihak mempelai perempuan sebelum akad nikah.

Sayur Keladi

Sayur keladi kuliner khas pontianak juga mendapat predikat warisan budaya tak benda di tahun 2018. Hidangan ini merupakan salah satu jenis masakan melayu pontianak, berbahan dasar tanaman keladi/talas. Jenis tanaman keladi yang biasa di jadi sayur ini adalah jenis tanaman keladi pangku anak yang merupakan jenis tanaman yang banyak tersedia di alam lingkungan daerah di pontianak, jenis keladi ini tidak gatal jika di sayur. Sedangkan bagian tanaman keladi yang di jadikan bahan sayur adalah pada bagian umbi, batang, dan daun keladi. Dengan kuah yang kental dan aroma rempah yang khas, sayur ini memang menawarkan rasa yang sedap. Selain menggunakan keladi sebagai bahan baku, sayur keladi juga menggunakan daun buas-buas daun kunyit, daun kesum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *