Tradisi Dan Budaya Aceh Yang Harus Di Ketahui – Aceh merupakan sebuah daerah istimewa di Indonesia yang sangat menarik untuk di kunjungi. Kota ini di juluki dengan sebutan serambi mekkah. Bahlan, mendengar nama kota ini di sebut pun, semua orang pasti akan teringat bahwa kota ini sangat identik dengan agama islam. Aceh menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memberikan hukum syariah di Indonesia. Ada beragam kebudayaan yang dapat kita temukan di Aceh, termasuk juga upacara adat aceh.
Upacara Uroe Tulak Bala
Sebagian warga di pantai barat selatan di aceh memiliki tradisi yang telah turun temurun dari nenek yang moyang mereka, yaitu upacara uroe tulak bala. Upacara ini di kenal juga sebagai hari tolak musibah. Masyarakat biasa melaksananakan upacara uroe tulak bala di hari rabu terakhir pada bulan safar, salah satu bulan dalam hituangan bulan hijriyah. Menurut kepercayaan mereka, bulan safar merupakan bulan turunnya musibah, sehingga mereka melakukan upacara tolak musibah ini di bulan safar. Alasan mengapa mereka menganggap bahwa bulan safar itu rentan musibah adalah karena cuacannya yang panas, sehingga penyakit-penyakit mudah berdatangan.
Upacara Kendari Laut
Kendari laut berarti turun ke laut. Upacara kendari laut sudah di lakukan sejak zaman nenek moyang dan masih rutin di lakukan oleh para nelayan selama setahun sekali sampai sekarang. Para nelayan melakukan upacara ini sebagai tanda syukur atas hasil tangkapan mereka. Beberapa masyarakat bahkan melakukan selama tiga bulan sekali, atau ada juga daerah yang hanya menggelarnya sekali dalam dua tahun. Kendari laut dulu dan sekarang sudah banyak di perbaharui. Dahulu para nelayan melemparkan kepala kerbau ke dalam laut sebagai bentuk persembahan. Kerbaunya pun cukup spesifik, yaitu harus kerbau berbulu hitam. Seiring dengan waktu, aceh yang sangat lekat agam islam kemudian memodifikasi upacara kendari laut agar lebih sesuai syariat. Karena para utama di aceh sepakat bahwa terdapat kesyirikan dalam perbuatan melempar kepala kerbau tersebut.
Baca Juga: Tradisi Dan Budaya Singapura Yang Harus Di Ketahui
Upacara Meuleumak
Untuk menunjukkan rasa syukur, warga aceh, terutama di daerah kabupaten pidie dan pidie jaya, seringkali melaksanakan upacara meuleumak. Upacara ini di lakukan dengan cara memasak bersama-sama dalam porsi besar dan di lakukan ketika ada momen penting. Salah satunya adalah untuk menyambut hari raya, baik itu hari raya idul fitri dan hari raya idul adha. Biasanya, mereka memasak nasi lemak, kemudian membungkusnya satu per satu secara gotong royong. Para pemuda berkumpul di suatu tempat yang luas dan bersama-sama membungkus nasi lemak kemudian mereka bagikan ke rumah-rumah tetangga.
Upacara Peusijuek
Secara umum, masyarakat aceh melaksanakan upacara peusijuek untuk mensyukuri suatu pencapaian perayaan, atau kesuksesan. Upacara masih sangat mudah di temukan di tengah-tengah masyarakat aceh, baik itu masyarakat pedesaan dan perkotaan. Pencapaiannya pun bisa hanya pencapaian kecil, seperti membeli rumah atau kendaraan baru, atau pencapaian besar seperti pernikahan
Upacara Meugang
Upacara meugang mungkin akan terdengar mirip dengan ibadah kurban yang di lakukan setiap idul adha. Namun masyarakat aceh melakukan sebanyak tiga kali dalam satu tahun, ketika bulan ramadhan. Satu atau dua hari menjelang idul fitri dan ketika idul adha. Pada saat upacara meugang, masyarakat melakukan penyembelihan hewan-hewan kurban seperti kambing atau sapi untuk di masak dan di makan bersama-sama. Mereka juga membagikannya pada tetangga, kerabat, atau mengirimkannya ke panti asuhan agar bisa di nikmati oleh anak-anak yatim piatu.


