Tradisi Sumatera Barat Yang Harus Di Ketahui – Setiap kawasan bumi di nusantara pasti memiliki tradisi kebanggaan setiap daerah masing-masing. Ada yang tradisinya yang masih original bahkan ada tradisi yang lahir dari proses asimilasi budaya. Sebagai contohnya adalah kebudayaan di sumatera barat yang umum di kenal dengan tanah minang. Walaupun telah banyak menerima era modernisasi saat ini, beberapa tradisi berikut masih terjaga kemurniaannya. Itulah salah satu bukti kekuatan karakter masyarakat sumatera barat untuk menjaganya.
Pacu Jawi
Pacu jawi yang berarti balapan sapi ini merupakan olahraga tradisional yang umum di adakan di tanah datar. Setiap tahunnya dalam satu bulan terdapat empat wilayah yang mengadakan acara ini secara bergiliran. Mulai dari kecamatan pariangan, kecamatan rambatan, kecamatan lima kaum dan kecamatan sungai tarab. Memang sekilas olahraga ini mirip dengan tradisi di madura. Hanya saya pacu jawi di adakan di tanah berlumpur sehingga nuansanya lebih ekstrim. Makanya acara ini menjadi lebih terkenal dan menjadi sorotan wisata di kawasan sumatera barat yang sering di adakan setiap tahunnya dengan sebutan alek pacu jawi.
Kerik Gigi
Tradisional unik sekaligus ngilu ini adalah tradisi unik khas suku mentawai yang banyak di temui di kepulauan mentawai. Orang Mentawai melakukan tradisi ini khusus bagi kaum perempuan yang telah di anggap dewasa. Nilai dari tradisi ini adalah untuk menambah kecantikan dan juga sebagai simbolisasi kedamaian hati dan pikiran. Pastinya tradisi ini memiliki rasa ekstrim bagi yang melakukannya. Soalnya tetua adat melakukan ritual ini tanpa adanya obat khusus yang dapat mengurangi rasa sakit. Untuk alatnya, mereka biasanya menggunakan alat berbahan besi atau kayu yang telah di tajamkan.
Batagak Panghulu
Tradisi adat kerajaan ini merupakan suatu kegiatan yang mengkultuskan seorang datuk menjadi seorang panghulu. Makannya, syarat untuk menjadi seorang panghulu jugabukan sembarangan. Ada beberapa kriteria khusus yang di tentukan oleh peraturan adat. Untuk menobatkan seseorang menjadi panghalu, tidak dapat di lakukan oleh pihak keluarga saja. Namun harus ada terlihat pihak karapatan adat nagari. Saat peresmian juga di anggap sah jika berdasarkan petitih turun temurun yaitu maangkek rajo sakato alam, maangkek panghulu sakato kaum.
Baca Juga: Rekomendasi Mata Uang Terbaik untuk Investasi 2026
Upacara Turun Mandi
Ada yang bilang adat istiadat dan budaya harus kamu lestarikan supaya anak cucu dapat melihatnya ketika sudah mengerti nanti. Hal inilah yang tetap di lakukan suku minangkabau. Masyarakat tersebut sangat mengunjungi warisan nenek moyang. Buktinya, hingga sekarang upacara turun mandi masih di lakukan. Ini merupakan suatu ritual adat yang bermakna sebagai ungkapan syukur kepada pencipta akan kelahiran manusia di dunia. Jadi ini merupakan tradisi yang penuh sukacita dan kebahagiaan. Selain itu, upacara tradisional tersebut juga di lakukan agar masyarakat tahu keberadaan penerus dari sebuah keluarga.
Upacara Tabuik
Tabuik atau tabot yang berarti peti kayu adalah istilah yang merujuk pada legenda tentang keberadaan makhluk berwujud kuda bersayap dan berkepala manusia yang di sebut buraq. Upacara tabuik merupakan upacara tahunan yang telah di laksanakan sejak abad ke 19 di tanah minang. Ini sebagai bentuk penghormatan atas meninggalnya cucu nabi muhammad SAW, Husein bin ali bin abi thalib, pada tanggal 10 muharram. Dan upacara tabuik memiliki dua macam yaitu tabuik pasa dan tabuik subarang namun masih dari satu tempat yaitu pariaman.


