Kebiasaan Dan Tradisi Orang Mesir Yang Harus Di Ketahui – Tradisi Dan Kebiasaan Orang Mesir Di dominasi oleh nilai-nilai islam, keramah-tamahan, dan warisan budaya yang kaya, seperti minum teh berkali-kali sehari, konsumsi roti’isy sebagai makanan pokok, serta budaya basa-basi yang kuat. Selain itu perayaan ramadan di mesir sangat meriah dengan tradisi khas seperti fanous dan meriam berbuka. Berikut di bawah ini ada beberapa kebiasaan dan tradisi orang mesir yang harus di ketahui.
Meriam Buka Puasa
Menembakkan meriam tepat sebelum adzan maghrib telah menjadi tradisi orang mesir untuk memberikan tahu waktu berbuka puasa telah tiba. Tradisi ini di mulai di kairo sebelum di ikuti oleh negara-negara muslim lainnya. Sebelumnya meriam di tembakkan dari benteng saladin, beberapa tahun kemudian meriam di tembakkan dari bukit muqattam untuk menjangkau lebih banyak orang. Setelah hampir tiga dekade tradisi ini berhenti, pada tahun 2021 mesir kembali menembakkan meriam untuk pertama kalinya sejak tahun 1992 di benteng saladin.
Tempel Pipi
Orang mesir jika bertemu sesama mereka akan menempelkan pipi antara satu dengan lainnya. Ada juga yang menyium pipi. Hal itu telah menjadi kebiasaan mereka saat bertemu. Terlebih jika lama tak jumpa, mereka akan cium pipi serta berpeluk mesra. Perlu di ingat tempel pipi dan saling peluk ini hanya untuk sesama jenis. Dan jangan coba-coba untuk menyium ataupun memeluk lawan jenis di muka umum. Biasanya jika berlawan jenis sapaan mereka berjabat tangan saja. Tentu budaya ini berbeda dengan Indonesia, di saat bertemu satu sama lain terbatasa berjabat tangan saja.
Suka Merantau
Merantau adalah sebuah sikap untuk mencari yang terbaik. Kebiasaan merantau ini telah lama menjadi darah daging orang arab tak terkecuali orang mesir. Sebelum kedatangan islam, bangsa arab adalah bangsa nomaden, bangsa yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Masih ingat dalam sirah kenabian, nai merantau bahasa sirahnya di sebut hijrah dari makkah ke madinah. Hasil merantau ini, membawa kejayaan penyebaran islam selanjutnya. Di karenakan kegemaran masyarakat mesir merantau. Mereka dengan mudah akan di temukan di semua negara timur tengah. Seperti saudi arabia, oman, maupun kuwait. Di kuwait, masyarakat mesir menduduki tingkat tertinggi sebagai pendatang, begitu juga yunani dan italia.
Baca Juga: Mengenal Dogecoin yang Awalnya Berasal dari Meme Viral
Kekayaan
Menilai kekayaan orang mesir berbeda-beda sesuai wilayah masing-masing. Secara umum masyarakat mesir menilai kekayaan itu adalah kekayaan materi. Di kota kekayaan di nilai dengan banyaknya flat yang di miliki, dapat juga dengan ukuran di komplek mana dia tinggal, komplek elit atau kumuh. Di desa kekayaan di nilai dengan banyaknya tanah yang di miliki.
Teh
Orang mesir bangun tidur minum teh, pagi minum teh, selepas makan minum teh, nonton TV minum teh, berbincang-bincang minum teh, di kafetaria minum teh. Teh adalah bagian dari kehidupan orang mesir. Di kota maupun di desa kesukaan mereka pada teh, seperti kesukaan orang jawa pada gula. Bisa di katakan setiap hari masyarakat mesir tidak pernah terlepas dari teh. Merek teh yang di sukai oleh mereka adalah teh al-arusah, teh ini memberikan warna yang kental berbeda dengan merek lainnya.
Ma’edat Rahman
Orang mesir menyediakan meja makan yang sangat panjang di jalan selama bulan ramadan yang di sebut ma’edat rahman. Meja tersebut di isi dengan makanan dan minuman gratis untuk berbuka puasa.