Tradisi Dan Budaya Nusa Tenggara Timur Yang Harus Di Ketahui – Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah daerah yang kaya akan kecantikan alam dan keanekaragaman budaya. Selain di kenal dengan pulau komodo-nya. Negeri seribu bukit ini juga memiliki budaya yang unik, Dari upacara adat, makanan, hingga kebahasaan. Berikut di bawah ini ada beberapa tradisi dan budaya NTT.
Kesenian Tari Bonet
Tari bonet adalah salah satu tarian yang selalu hadir dalam kegiatan-kegiatan adat istiadar dan tradisi suku dawan di NTT. Tarian ini nyaris selalu ada di setiap kegiatan maupun peristiwa adat masyarakat dawan. Seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian, serta upacara pembangunan rumah permohonan hujan, dan lain sebagainya. Secara etimologis, kata bonet berasal dari rangkaian kata dalam bahasa dawan yaitu na bonet yang artinya mengepung, mengurung, mengelilingi atau melingkari. Hal ini sesuai dengan formasi tariannya yang melingkar tari bonet di kenal dengan cirinya yang khas. Yaitu formasi yang melingkar dan juga penggunaan puisi atau pantung berisi kekayaan khasanah sastra lisan kuku dawan.
Upacara Penti
Upacara ini adalah upacara adat yang di lakukan oleh masyarakat manggarai di nusa tenggara timur sebagai wujud dari rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah. Pesta adat ini biasanya di selenggarakan setiap tahun antara bulan juli, agustus, september, atau sebelum desember. Masyarakat manggarai percaya bahwa keberhasilan panen di tahun selanjutnya di tentukan pada bulan-bulan tersebut. Dalam pelaksanaan upacaa penti memberikan hewan yang di jadikan sebagai kurban antara lain babi jantan dan ayam jantan. Babi jantan melambangkan keperkasaan dan keuletan dalam mengolah kebun, sedangkan ayam jantan melambangkan waktu dan alam. Ini merupakan salah satu tradisi penting bagi masyarakat manggarai dalam mengucap rasa syukur mereka kepada tuhan, leluhur, dan sesama manusia.
Ritus Pasola
Pasola merupakan upacara ritual masyarakat yang menganut kepercayaan marapu di sumba bagian barat untuk merayakan musim tanam padi. Pasola adalah bentuk ritual untuk menghormati marapu, mohon pengampunan, kemamkmuran dan untuk hasil panen yang melimpah. Upacara ini biasanya di selenggarakan dalam bulan februari di daerah lamboyan dan kodi,dan pada bulan maret di daerah gaura dan wanukaka. Perayaan puncak mulai 6-8 hari setelah bulan purnama. Pada waktu itu, pantai bagian selatan akan menjadi tempat munculnya milyaran cacing nyale. Pemandangan seperti ini menjadi tanda musim pasola di mulai.
Baca Juga: Tradisi Dan Budaya Di Filipina Yang Harus Di Ketahui
Upacara Zairo
Upacara ini merupakan upacara adat yang di lakukan oleh masyarakat sumba barat, nusa tenggara timur, upacara ini bertujuan untuk memohon maaf kepada dewi padi. Yaitu sosok yang di percaya sebagai pelinng tanaman padi. Selain itu, upacar ini juga menjadi upaya untuk memohon keselamatan dan kemakmuran masyarakat. Ini di lakukan ketika tanaman padi mengalami gagal panen, yang di percaya di sebabkan oleh sambaran petir. Masyarakat sumba barat percaya bahwa jiwa atau roh padi yang terbakar oleh sambaran petir akan melayang-layang tak tentu arah. Oleh karena itu, upacara di lakukan untuk memanggil kembali jiwa atau roh padi tersebut.
Tradisi Belis
Belis adalah tradisi dalam perkawinan adat masyarakat NTT. Tradisi ini di adopsi dari kehidupan para raja atau bangsawan. Ini merupakan unsur penting dalam perkawinan dan harus di lakukan oleh pihak laki-laki. Tradisi ini di lakukan agar bisa membawa perempuan ke rumah adat dan agar keturunan dari pernikahan tersebut berhak memakai nama suku. Tradisi ini tidak di satukan dengan perkawinan yang bersifat sakral secara agama.


