5 Langkah Simple Memulai Investasi untuk Pemula – Memiliki investasi pribadi di pasar finansial saat ini sudah menjadi gaya hidup produktif dikalangan anak muda atau pekerja pemula. Pandangan lama bahwa investasi hanya bisa dikalangan usia matang sudah tidak lagi relevan. Ini terlihat dari data demografi investor di Indonesia yang sudah semakin didominasi oleh kelompok usia muda millenial. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia. Tercatat bahwa jumlah investor atau Single Investor Identification di pasar modal domestik hingga akhir tahun 2020 mencapai 3.87 juta investor. Angka ini meningkat 56% dibanding diposisi akhir tahun 2019.
1. Pahami Konsep dan Risiko Investasi
Asuransi pada dasarnya sebuah mekanisme pengelolaan risiko finansial yang paling mudah. Setiap hal yang menimbulkan risiko bagi kondisi keuangan seseorang. Sebaiknya diasuransikan dikarenakan tidak semua hal bisa diasuransikan, namun setidaknya ada dua jenis Asuransi yang wajib dimiliki yaitu Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan. Dua jenis proteksi ini seringkali kurang dipikirkan karena merasa risiko sakit dan meninggal dunia belum terlalu besar. Proteksi jiwa dan kesehatan dianggap sebagai kebutuhan kalangan usia matang yang sudah berkeluarga saja. Anggapan ini kurang tepat, karena tidak ada seorang yang bisa memprediksi datangnya risiko sakit atau meninggal dunia.
2. Miliki Tujuan Keuangan yang Jelas
Langkah berikutnya jika kamu mau memulai investasi adalah mendaftar tujuan keuangan yang hendak dicapai melalui investasi. Tujuan keuangans ecara sederhana dimaknai sebagai sebuah kondisi yang ingin diwujudkan terkait target dana finansial tertentu pada periode tertentu. Dengan memiliki tujuan keuangan, cara investasi yang kamu lakukan dapat lebih terarah karena memiliki target dan strategi jelas. Tujuan keuangan yang bisa untuk kamu akan menurut target waktu. Pertama adalah tujuan keuangan jangka pendek adalah tujuan keuangan yang ingin diwujudkan dalam kurang dari 3 tahun.
Baca Juga : Mengenal Investasi Unik Saham Blue Chip dan Kriterianya
3. tentukan Instrumen Investasi
Setelah memiliki tujuan keuangan yang sudah dikategorisasikan berdasarkan waktu pencapaian. Selanjutnya kamu bisa mulai menentukan pilihan instrumen investasi yang tepat sesuai dengan time horizon tujuan keuangan dan profil risiko kamu. Time Horizon sangat penting karena akan mempengaruhi penilaian terhadap risiko sebuah instrumen investasi dan efektivitasnya dalam membantu kamu mencapai target dana yang sudah ditentukan.
4. Buka Rekening Investasi
Setelah memiliki rencana tujuan keuangan yang jelas berikut pilihan instrumen investasinya. Saatnya mengeksekusi rencana tersebut. Untuk berinvestasi di pasar modal. Kamu wajib memiliki rekening investasi. cara membuka rekening investasi tidaklah sulit. Kamu bisa melakukannya melalui lembaga keuangan yang tepat seperti di perusahaan sekuritas jika ingin investasi saham atau di perusahaan manajer investasi jika kamu ingin memulai investasi reksa dana secara online dan lain-lain. Biasanya yang dibutuhkan untuk membuka rekening investasi adalah kartu identitas pribadi, Nomor Pokok Wajib Pajak, nomer rekening bank, pengisian formulir initial investment.
5. Jalankan Investasi Secara Disiplin
Dalam berinvestasi, kamu perlu memiliki strategi yang tepat. Strategi membantu kamu mengoptiomalkan modal yang kamu miliki agar bisa mencapai target investasi sesuai tujuan keuangan. Misalnya untuk investasi reksa dana saham, kamu memilih strategi dollar cost averaging atau investasi berkala setiap bulan karena tidak memiliki waktu khusus untuk memantau pergerakan pasar saham harian. Ada juga strategi value investing dalam investasi saham dan strategi-strategi lain yang bisa dipilih sesuai kenyamanan dan tujuan keuangan. Jangan lupa untuk melakukan evaluasi dalam kinerja investasi yang kamu lakukan secara berkala minimal setiap semester.


